KALABAHI, RABU- SMAN 1 di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur batal melaksanakan Ujian Akhir Nasioal karena kekurangan soal ujian Bahasa Indonesia dan Matematika. Lembaran soal ujian yang dikirim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT tidak mencukupi.
Kepala SMAN 1 Kalabahi Angirith Akal kepada pers di Kalabahi, Rabu (23/4), mengatakan, tidak berupaya memperbanyak lembaran soal Bahasa Indonesia dan matematika yang dikirim Dinas Pendidikan dan Kebudyaan NTT, untuk menghindari kebocoran soal di kalangan siswa pesertaa ujian nasional.. "Soal bahasa Indoensia sebenarnya 14 sampul tetapi yang dikirim cuma 10 sampul. Demikian pula soal matematika seharusnya 14 sampul tetapi yang dikirim hanya dua sampul," kata Aringith.
Sebanyak 252 siswa peserta UN di Sekolah itu terpaksa mengikuti UN Bahasa Indoensia dan Matematika susulan. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT Toby Uly mengatakan, laporan mengenai jumlah siswa peserta UN di SMAN 1 terlambat.
Laporan penambahan siswa disampaikan, Sabtu (19/4) sementara bahan bahan sudah dikirim satu pekan sebelum ujian. "Tetapi tidak masalah. Kami sudah koordinasikan dengan mereka agar dua mata ujian ini akan dilakukan kemudian," kata Uly sambil menjamin tidak akan terjadi kebocoran soal untuk dua mata ujian tersebut. (KOR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang